Latest Post


Nusantaranews.net, Padang
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang bakal berlangsung di Kota Padang pada 7-10 Agustus 2022, Provinsi Sumatera Barat, mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Ini merupakan momentum bagi masyarakat Kota Padang untuk bisa berkontribusi mensukseskan acara ini. Karena banyak hal yang dapat diambil manfaatnya, apabila acara ini berjalan dengan baik. Apalagi pasca covid, banyak lini sector yang hancur seperti pedagang kecil, UMKM, industri hiburan, perhotelan dan lain sebagainya.

Ini disampaikan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC PP) Kota Padang Roy Madea Oka, kepada wartawan beberapa saat lalu.

Untuk itu, kita menghimbau agar semua lini masyarakat harus berperan serta mensukseskan acara ini. Mari sambut kehadiran para tamu yang datang ini, dengan keramah tamahan yang telah membudaya dalam masyarakat minang kabau. 

Dan terkhusus bagi jasa dibidang pariwisata, agar memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya, sehingga pelaksanaan Rakernas Apeksi di Padang menjadi sejarah yang baik dan menjadikan Kota Padang sebagai tuan rumah yang sukses tentunya,” ujarnya.

 

Ketua Pekat Kota Padang Bobby bersama Walikota Padang

Nusantaranews.net, Padang - Rakernas ke XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Kota Padang Sumatera Barat diharapkan bisa mendorong pelayanan prima Pemerintah Kota kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Bobby Ketua Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Kota Padang

“Pimpinan daerah yang hadir dalam Rakernas ke XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini agar bertukar pikiran, untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi di kotanya masing-masing,” harap Bobby, (6/08/2022).


"Selain pelayanan publik yang prima, para Walikota harus mampu mendorong sektor perekonomian yang terpuruk pasca Pandemi Covid-19 untuk secepatnya".


“Dan setelah Rakor ini diharapkan muncul juga ide dan kebijakan-kebijakan yang inovatif dari pimpinan daerah ini, untuk mendongkrak kemajuan dimulti sektor demi kesejahteraan masyarakat” ujarnya.


Dan Bobby juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Padang, untuk mendukung Rakernas ke XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ini, karena kesuksesan Pemda merupakan kesuksesan kita bersama", himbau Bobby. (deni)

Sumut, Ind1. Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara hukum, demikian sebut Suhardi (Ketua DPD Propinsi Sumatera Utara Partai Daulat Kerajaan Nusantara).

Ir. Setyo Purwadi Mangunsastro MM

Suhardi menegaskan, seharusnya hukum menjadi alat untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat di negara kesatuan yang kita cintai ini.

Merosotnya peran hukum sebagai garda keadilan, diakibatkan konflik  kepentingan dari oknum penegak hukum yang kebetulan sedang "berkuasa" demikian tegas Suhardi.

Kondisi bangsa yang sudah kronis inilah yang harus menjadi agenda aksi penting bagi kita di Partai Daulat Kerajaan Nusantara. 

Bagaimana kita membangkitkan kembali kedaulatan hukum saat ini sudah sangat memprihatinkan, negara kita negara hukum namun prilaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hukum dikalahkan kekuasaan dan uang.

Subjek hukum menjadi objek hukum sehingga ketidakadilan terus yang terjadi, ketidakadilan yang terus menerus terjadi menimbulkan rasa pesimis dan frustasi masyarakat terhadap lembaga dan citra penegakkan hukum.

Kita harus bangkitkan bangunan penegakkan hukum yang konsekuen, berkeadilan bagi siapapun masyarakat sebagai pencari keadilan, tidak tebang pilih dan berkepastian hukum.

Menurut saya, kita harus meng-upgrade seluruh masyarakat Indonesia sebagai pengemban hak dan kewajiban atau disebut Subjek Hukum  menjadi  Subjek Hukum Aktif yg ikut mempedulikan, mengawasi, mengontrol dan atau mengawal penegakkan hukum tersebut. 

Sehingga perwujudan kedaulatan rakyat berlaku secara nyata, implementasi terhadap hal ini saya menamakan Subjek Hukum Aktif ini dengan nama Garda Hukum atau Pengawal Hukum, sebut Suhardi.

Dalam upaya membangkitkan kembali azaz dan prinsip hukum yang berdaulat inilah, kita berupaya menghimpun tokoh tokoh bangsa yang bermoral dan berintegritas dalam satu wadah.

Bersama kita wujudkan Partai Daulat Kerajaan Nusantara merupakan wadah peningkatan harkat dan martabat Bangsa Indonesia yang berkeadilan dan sejahtera, ajak Suhardi. (***)

Kondisi Kolam Retensi (19/7) Masih Terbengkalai

Pengerukan sedimen yang merupakan pekerjaan utama pada pekerjaan pemeliharaan berkala polder atau kolam retensi penjalinan retarding pond senilai Rp2.264.164.000.00, milik Satker OP SDA, BWSS V Padang disinyalir masih "belum dikerjakan".

Terpantau media ini pada Selasa(19/7/2022) dilokasi pekerjaan. Kondisi kolam retensi tidak banyak perubahan. Rumput liar yang berpotensi menghalangi arus sungai masih menjadi pemandangan sehari-hari.


Begitu juga sedimentasi yang menjadi target pekerjaan utama, masih terlihat di dasar sungai kolam retensi penjalinan. Kemudian lokasi pekerjaan terlihat sepi, tidak ada alat excavator dan personil (para pekerja).

Saat media mewawancarai salah seorang warga yang tinggal sangat dekat dengan lokasi pekerjaan. Firman mengatakan tidak ada kegiatan pengerukan sedimentasi di kolam atau di aliran sungai ini.

"Tidak saya lihat adanya pekerjaan pengerukan sedimen disepanjang sungai ini. Yang saya lihat hanya satu alat excavator yang bekerja membuat akses jalan di pinggir sungai seberang sana," ujar pemuda itu.

Jalan yang di kerjakan menggunakan excavator hanya sekitar 30-50 meter diseberang pinggir sungai ini. Dan alat itupun sekarang sudah tidak terlihat lagi dilokasi, imbuhnya.

Sementara pada waktu lalu, kontraktor secara tegas mengatakan excavator amphibi kelas 20 ton Long Arm sudah didapatkan, dan saat itu sedang diperjalanan dari Duri menuju kota Padang.

Menyangkut hal itu, Frenky menilai ada indikasi pemberian oleh BWSS V Padang atas kelalaian yang dilakukan CV. Mustika Jaya Kencana(MJK). Ini salah satu tanda proyek tersebut sarat KKN, ungkapnya.

Kuat dugaan proyek yang berada di Kecamatan Kototangah ini hanya menjadi objek mencari keuntungan oleh pihak-pihak terkait, karena banyak hal yang menyebutkan demikian, kata Frenky.

"Pekerjaan utama pada paket ini ialah melakukan pengerukan sedimentasi sungai dengan menggunakan alat excavator amphibi kelas 20 ton Long Arm. Tapi hingga saat ini pekerjaan tersebut tidak kunjung dilakukan," ujarnya.

Frenky, Ketua PAC Ormas PP Kota Padang itu menyebutkan, parahnya keterlambatan itu seakan mendapat dukungan dari Kepala BWSS V Padang, Kepala Satker OP SDA, dengan dalih rekanan karena sulit mendapatkan alat utama tersebut.

Sementara, sama-sama kita ketahui, kesiapan rekanan dari awal untuk menyediakan alat excavator amphibi menjadi salah satu syarat utama yang tertera di dokumen kontrak, sebelum rekanan di nobatkan sebagai pemenang tender, imbuhnya.

"Setelah ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan proyek, kontraktor dengan dengan mudah mengatakan sulit mendapatkan alat utama tersebut, dan masih dalam upaya pencarian," ungkap Frenky.

Katanya, diduga kegiatan pekerjaan pemeliharaan berkala polder atau kolam retensi penjalinan retarding pond terkendala, karena ketidakmampuan rekanan menyediakan peralatan utama (Excavator amphibi kelas 20 ton Long Arm).

Sementara, kontraktor pelaksana CV. MJK bernama Andi pernah mengatakan beberapa waktu lalu, kalau pekerjaan tersebut tidak terlambat, malah surplus 4 persen, tandasnya.

Namun kata Frenky, fakta lapangan diduga kuat tidak membuktikan demikian, bahkan pelaksanaan pekerjaan disinyalir rekanan kangkangi aturan. "Karena untuk pengadaan direksikeet yang merupakan pekerjaan persiapan diduga kontraktor belum melakukannya," ujarnya lagi. 

Sebab tidak ditemukan kebaradaan direksikeet tersebut dilokasi pekerjaan. Dikhawatirkan pada pekerjaan ini rekanan tidak memiliki Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang menjadi acuan terhadap jalannya pekerjaan, pungkasnya.

Hingga berita diterbitkan media masih menunggu dan upaya konfirmasi pihak terkait lainnya.(N3/tim)


Sumbar, indsatu.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diharapkan meningkatkan perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, demikian sebut Defrianto Tanius.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Warga Anti Korupsi ini berharap ada perhatian ekstra dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang tentu saja akan berdampak kepada peningkatan ekonomi dan sosial  masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Menurutnya Pemprov Sumbar diharapkan meningkatkan alokasi anggaran terhadap daerah yang berlatarbelakang akses tersulit dan dibarengi dengan biaya yang relatif tinggi itu.

Dalam hal ini, kita tidak melihat masyarakat Kepulauan Mentawai tidak mampu untuk menyelesaikan atau menyelenggarakan aktifitas keseharian mereka, tegasnya.

Namun dengan peningkatan kepedulian  Pemprov Sumbar diyakini akan dapat mewujudkan peningkatan rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas keseharian.


Selain peningkatan alokasi anggaran dalam bidang infrastruktur, kesehatan dan sarana prasarana nelayan, masyarakat juga membutuhkan perhatian lainnya.

Misalnya, untuk lebih meringankan beban biaya bagi pelajar dan atau mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Kabupaten Mentawai dibutuhkan subsidi atau bantuan penyeberangan dari Pemprov Sumbar.

Pemprov Sumbar diharapkan dapat memberikan subsidi kepada pelajar atau mahasiswa yang keluar dari Mentawai di awal tahun ajaran atau semester baru.

Saya kira ini bentuk kerja keras Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk meringankan beban rakyatnya, demikian sebut Defrianto Tanius.

Saat ditanya terkait tekhnis, Defrianto Tanius mengatakan "tentu saja Mahyeldi-Audy yang lebih paham dan mengerti tata kelola merealisasikannya".

Namun saya optimis, jika Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersikap serius menanggapi aspirasi rakyat, Mahyeldi-Audy diyakini bisa membuat regulasi berikut juklak dan juknisnya, akhir aktifis anti korupsi ini. (***)

Padang, indsatu. Pemenang tender Pembangunan Sarana/ Pengendalian Banjir Batang Tapan di Kabupaten Pesisir Selatan dengan pagu anggaran 22.239.262.287,-   milik BWSS V Padang yang dimenangkan PT. Graha Bangun Persada, disinyalir telah ditentukan.

Pasalnya, kelengkapan dokumen izin Quari sebagai salah satu pendukung administrasi untuk memenangkan tender, diduga tidak ada atau dipalsukan. 


Ini disampaikan "RMK" salah seorang peserta tender yang enggan namanya disebutkan kepada wartawan indsatu, beberapa saat lalu.

Dikatakannya, namun karena faktor bisik-bisik "setan", Pokja selaku panitia lelang meloloskan perusahaan tersebut. Ironisnya, perusahaan yang memenuhi syarat malah masuk kotak.

Kondisi ini bisa terjadi, karena adanya dugaan persengkongkolan para oknum-oknum pejabat di BWSS V, Pokja dan pihak perusahaan, dalam rangka untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompok.

Hal ini dapat dibuktikan, dimana saat pekerjaan akan dimulai, perusahaan pemenang tender, kesulitan untuk mendapat material batu. Sehingga hingga berita ini tayang, pekerjaan masih belum bisa dilaksanakan sesuai schedule perencanaan.

Artinya dokumen dukungan Quari yang katanya dimiliki di daerah tersebut, ternyata tidak ada.

Oleh karena Ia meminta agar dugaan persekongkolan ini dapat diusut tuntas oleh pihak-pihak terkait, agar kedepanya, tidak ada lagi rekanan atau kontraktor yang terzalimi, tegasnya.

Saat ditanya, apa upaya yang telah Ia lakukan, RMK pun menjawab, bahwa Ia akan melakukan sanggahan, namun dirasa hasilnya juga nihil dan sia-sia. Karena proyek ini bukanlah untuk kontraktor yang ingin memdapatkan pekerjaan, tetapi kontraktor para oknum pejabat dan panitia lelang yang telah ditentukan.  

Terkait indikasi kegiatan sudah diambil alih orang dekat oknum di BWSS dan tidak dilanjutkan oleh Pemilik PT. Graha Bangun Persada juga diduga semakin menguak pasalnya kehadiran Direktur PT. Graha Bangun Persada di lokasi pekerjaaan tidak pernah terlihat.

Saat dimintakan dokumentasi kehadiran Direktur PT. Bangun Graha Persada berikut konsultan supervisinya PPK Kegiatan "Eka" terkesan kebingungan dan enggan dan menanggapi.

Demikian juga halnya dengan Kepala BWSS V Padang (Dian Kamila) dan Kasatker (Yusma Elfita) kedua pejabat BWSS V ini memilih enggan berkomentar.

Bahkan Dirjen SDA Kementrian PUPR juga tidak berkenan menanggapi konfirmasi terkait dugaan konspirasi keuangan negara pada kegiatan BWSS V di Kawasan Tapan Kabupaten Pesisir Selatan ini. (***)

Sumber Photo : Profil WA Direktur PT. Citra Muda Noer Bersaudara

Padang, Indsatu. 
Guna mengklarifikasi pemberitaan dugaan pengaspalan saat hujan, media ini sengaja membuat Grup WA "Dugaan Aspal Saat Hujan".

Dalam WAG media ini mengundang dan menggabungkan Direktur PT.  Citra Noer Muda Bersaudara dan PPTK Kegiatan.

Selain itu kita juga menggabungkan Andi Wo, Antonius dan Nal Koto sebagai rekan-rekan media yang telah mempublish berita tersebut.

Nal Koto terlihat meng-upload berita dengan judul "Aspal Dingin, PPTK BMKCR Bungkam".

Meski telah tergabung dalam WAG ini, baik Direktur PT. Citra Noer Muda Bersaudara maupun PPTK terkesan enggan berkomentar.

Kondisi ini memang terdapat kesesuaian antara salah satu berita yang tayang dengan sikap penanggung jawab kegiatan Program Hibah Jalan Daerah di Kawasan Pantai Padang tersebut. Terakhir media ini juga telah menggabungkan Era Sukma ST (Kepala Dinas BMCKTR Propinsi Sumbar).

Tidak berbeda dengan sikap dua penanggung jawab lainnya, Era Sukma juga tidak menanggapi saat dimintai arahan dan penjelasan terkait tekhnis dan administrasi.

Nal Koto saat melakukan tes manual terhadap kondisi aspal.

Sebagaimana disebut-sebut, pelaksanaan pengaspalan diduga dilakukan disaat hujan dan diduga suhu aspal saat dihampar relatif minim.

Dampaknya tentu hanya dapat dilihat beberapa bulan kedepan, aspal di Kawasan Pantai Padang itu akan mudah terkelupas jika memang diaspal saat hujan.

Jika kondisi mudahnya aspal terkelupas beberapa bulan mendatang, tentu saja hal ini menjadi tanggung jawab Dinas BMCKTR.

Sebab meski informasi telah disampaikan namun tidak ada respon  dan tanggapan dari BMCKTR Propinsi Sumbar.

Aparat penegak hukum seperti Polda Sumbar maupun Kejaksaan Tinggi Sumbar, diharapkan proaktif untuk mengusut isu terkait dugaan pembiaran oleh BMCKTR Propinsi Sumbar ini.(****)

Pada acara talk show yang digelar tadi malam (Jum'at, 17 Juni 2022) disalah satu stasiun TV swasta tokoh PAN sarankan Dodi Hendra mundur dari jabatan Ketua Dewan Kabupaten Solok dan ini saran yang kurang waras demikian sebut Rusman kepada media ini.


Dengan dalih yang kurang masuk akal Zulherman sebut sebaiknya Dodi Hendra menyerahkan ke Partai Gerindra posisi Ketua DPRD Kabupaten Solok demikian yang kita amati saat talk show itu, sebut Rusman.

Menurut Rusman, Zulherman jelas sudah salah sasaran, seharusnya saran seperti itu  ditujukan kepada kalangannya, yaitu kepada Epyardi Asda (Bupati Solok) yang sama-sama berada di PAN.

Dengan dalih menciptakan suasana yang kondusif di Kabupaten Solok, Zulherman terkesan berniat menekan Dodi Hendra dihadapan publik (pemirsa Padang TV), ucap Rusman

Dan pernyataan Zulherman tersebut telah melenceng jauh dari tema diskusi yang membahas "Polemik Ketua DPRD Kab Solok Laporkan Bupati ke KPK", demikian disampaikan Rusman.

Lebih lanjut Rusman menyatakan, dihadapan pemirsa Padang TV, Zulherman terkesan seakan menciptakan jebakan politik kepada Dodi Hendra yang sedang berjuang memberangus dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Solok.

Sebagaimana diketahui, Dodi Hendra telah melaporkan Epyardi Asda ke KPK berdasarkan LHP BPK RI Perwakilan Sumbar.

Dodi Hendra menyampaikan dengan tegas, permasalahan sudah diserahkan sepenuhnya kepada KPK dan enggan membahas secara detail pada diskusi yang digelar Padang TV tersebut.

Jadi sama-sama kita tunggu seperti apa kelanjutannya di KPK demikian sebut Dodi Hendra diakhir diskusi yang bertema Polemik Ketua DPRD Kab. Solok Laporkan Bupati ke KPK" itu. (***)


Pelaksanaan O2SN Kota Padang tingkat SD pada Cabor Senam, baru saja selesai. Dimana Iqrar Permana Nusantara pelajar SDN 37 Komplek Alang Lawas Koto, berhasil menambah pundi emas dan perunggu kontingen Padang Selatan dalam ajang O2SN Kota Padang pada cabang olahraga senam lantai yang diadakan hari ini Kamis (16/6) di Hall Semen Padang Indarung.

Pada kesempatan itu, Iqrar Permana Nusantara mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak, terutama Kepala Sekolah Nisfieni yang selalu memberikan motivasi dan dukungan kepada anak anak yang berbakat dan berprestasi. 

Begitu juga jajaran majelis guru diwakili wali kelas 5 Thisa Liana dan Mike yang tidak pernah lelah memberikan perhatiannya sehingga Permana bisa berhasil mencapai prestasi diluar akademik.

Dan tidak lupa, ucapan terimakasih buat Ibu Len dan Ibu Pit, selaku koordinator pendamping, yang selalu memberikan dorongan kepada Permana agar bisa tenang dan fokus saat bertanding. 

Permana menyadari, meski dalam kondisi sakit, namun tekad untuk mengharumkan nama sekolah dan Kecamatan Padang Selatan, mampu mengalahkan rasa lelah dan pusing yang Ia derita. 

Alhamdulillah, semua do'a dan harapan untuk mempersembahkan yang terbaik, telah Ia lakukan. 

Terimakasih papa dan mama serta kak Keken dan Vani atas suportnya menemani Permana saat bertanding, ucapnya.

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.